Rabu, 23 Februari 2011

USAHA ECERAN BISKUIT KHONG GUAN


USAHA ECERAN BISKUIT KHONG GUAN

Eceran adalah suatu kegiatan menjual barang dan jasa kepada konsumen akhir. Pedagang eceran adalah mata rantai terakhir dalam penyaluran barang dari produsen sampai ke konsumen. Pedagang eceran sangat penting artinya bagi produsen karena melalui pengecer produsen memperoleh informasi berharga tentang barangnya.

Jensi, pengecer didaerah saya, cirimekar, cibinong berupa pedagang kaki lima. Pemasarannya langsung berjualan dipinggir jalan. Penyaluran eceran didapatkan dari agen-agen yang telah memberikan barang stock untuk para pedagang kaki lima tersebut.

Dengan adanya pedagang eceran, membuat para konsumen antusias untuk membeli atau sekedar melihat-lihat saja barang/produk tersebut, dikarenakan harga yang relative terjangkau oleh setiap kalangan dibandingkan dengan harga ditoko.

Strategi eceran strategi yang digunakan oleh para pedagang eceran untuk memasarkan barang ecerannya, yaitu mereka melakukan promosi dengan harga lebih murah karna adanya diskon (%). Dalam hal ini keuntungan dari hasil penjualan dibagi dua dengan Agen yang terkait karna strategi keuangan yang sudah ditetapkan sudah menjadi kesepakatan dari pengecer yang hanya menjual barang saja dengan para agen yang memasokan biscuit khong guan tersebut.

Umumnya, para pengecer didaerah saya berlokasi didekat agen penjual biscuit khong guan tersebut yang hanya bermodalkan stand/tenda-tenda saja.oleh karena itu para pedagang eceranpun berkeinginan untuk memajukan perdagangannya, para pedagang eceran juga memikirkan perencanaan untuk masa depannya dan berusaha untuk memiliki toko sendiri (situs lokasi).

Organisasi yang ada dipedagang eceran ini, ketika berdiri tentunya memiliki maksud (intention), salah satu dari pedagang kemudian membentuk manajemen sumber daya manusia untuk memanaj SDM yang ada dilingkungan organ isasi tersebut, contohnya memotivasi para pedagang, dan melatih keterampilan para pedagang agar mampu menjual produk atau memasarkan produk semaksimal mungkin kepada konsumen.

System informasinya biasanya dari mulut-kemulut atau menawarkan barang daganganya dari rumah ke rumah, Tujuan yang hendak dicapai dari setiap rantai suplai adalah untuk memaksimalkan nilai yang dihasilkan secara keseluruhan dari para pemasok, Rantai suplai yang terintegrasi akan meningkatkan keseluruhan nilai yang dihasilkan oleh rantai suplai tersebut.

Hubungan yang dijalin oleh para pedagang kepada para pelanggan biscuit khong guan menurut saya cukup terjalin dengan baik,karna biasannya para pedagang memberikan pelayanan cukup baik selain harga yang relative terjangkau, para pedagang juga bisa berkomunikasi dengan sopan sehingga tidak menutup kemungkinan terjalin hubungan yang baik antara pedagang dan pelanggan.

Yang saya ketahui tentang pengelolaan barang dagang bisuit khong guan ini adalah dengan pembuatannya secara terpisah akan tetapi masih satu pengelola yaitu PT. Serena misalkan membuat bisuit coklat susu,astor,roma, dll.

Setelah biscuit kong guan telah siap dipasarkan biasanya produsennya merencanakan memasok produknya ke swalayan-swalayan seperti carrefur,makro,alfamart, indomart sampai ke agen-agen yang menjual produk-produk makanan.

Para pedagang eceran membeli barang daganganya dari agen-agen yang menjual berbagai jenis-jenis biscuit kong guan untuk dijual kembali, harga yang ditawarkan agen-agen biasanya berkisar dari Rp.7.000, Rp.9.000, Rp.12.000,18.000 sesuai dari jenis-jenis produknya, akan tetapi para pedagang eceran menjual kembali produk yang dibeli dari agen kepada konsumen berkisar Rp.7.500, Rp.9.500, Rp.12.500,18.500 jadi para pedagang eceran hanya mengambil untung Rp.500 Rupiah saja dari setiap produk yang dijualnya.

Peritel tidak selalu harus menggunakan media massa seperti dengan suara di radio, dengan tulisan dan gambar seperti di majalah dan koran, ataupun dengan media suara dan gambar seperti di televisi. Komunikasi dapat terjadi melalui gambaran visual, lay out maupun display produk di dalam toko.

Kalau bicara soal toko tentu tak akan melupakan etnis Tionghoa. Mereka selalu saja menemukan sudut terbaik di berbagai kawasan (mungkin di muka bumi ini) untuk mendirikan usaha toko. Uniknya selalu saja laku karena keberadaannya dibutuhkan. Pemiliknya pun hampir selalu muncul sebagai sosok dengan tingkat ekonomi lebih baik karena sukses mengelola toko.

Seorang visual merchandiser menciptakan jendela dan in-store display di toko-toko dan department store, mengambil tanggung jawab untuk 'tampilan' dari toko, dengan tujuan mempromosikan barang dalam rangka untuk memaksimalkan penjualan.

Menampilkan secara teratur diperbarui, dan tema dapat ditentukan oleh sejumlah faktor, termasuk musim tahun, acara tahunan seperti Hari Valentine, Paskah dan Natal, mode dan tren saat ini, dan penjualan dan promosi.


Para petugas pelayanan (pelayanan pelanggan) merupakan ujung tombak suatu usaha jasa pelayanan yang akan berhadapan langsung dengan pihak konsumen/pelanggan. Petugas pelayanan ini tidak hanya harus mampu bertindak sebagai komunikator atau mediator, tetapi sekaligus harus mampu menanamkan citra yang positif bagi perusahaan dan juga harus memiliki kemampuan membangun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar