Rabu, 03 November 2010

Bisnis Kuliner: Waralaba Dobbi Burger & Fried Chicken Yogya


Bisnis Kuliner: Waralaba Dobbi Burger & Fried Chicken Yogya


Prospek Bagus, Berkembang Hingga Luar Jawa

Bisnis kuliner memang tidak ada matinya. selama manusia punya perut dan doyan makan, bisnis kuliner akan selalu berprospek menjanjikan. Dobbi Burger & Fried Chicken Yogya, misalnya. Waralaba berbasis masakan ayam goreng tanpa MSG dan burger aneka rasa yang berpusat di kota Yogyakarta dan dirintis sejak enam tahun yang lalu ini, kini makin kencang penyebarannya. Bukan hanya kota-kota di Jawa saja yang ingin bergabung menjadi mitra franchiseenya, namun sudah banyak yang berasal dari luar Jawa.

“Dobbi sudah ada di Balikpapan, Bontang, Samarinda, Tabalong, Palembang, dan beberapa kota kabupaten lainnya. Tahun depan target kita bisa ada di banyak kota lagi. Karena untuk luar Jawa ternyata prospeknya sangat bagus, investasinya cepat sekali kembali, dan secara kompetisi memang belum ketat sehingga kemungkinan untuk leading menguasai pasar itu sangat besar. Karena itu mulai bulan ini kita buka kesempatannya,” jelas Irawan Kusumo, owner Dobbi Burger&Fried Chicken.

Ada beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh Dobbi kepada para franchiseenya.

  • Pertama, satu outlet berisi dua jenis masakan. Aneka burger dan aneka menu ayam goreng sehingga lebih bisa memanjakan konsumen.
  • Kedua, harganya terjangkau oleh lapisan menengah ke bawah sehingga segmen pasarnya menjadi lebih besar.
  • Ketiga, karena tidak menggunakan MSG maka menunya akan diburu oleh mereka yang sangat memperhatikan masalah kesehatan.
  • Keempat, berdasarkan yang sudah bergabung, BEP bisnis ini berlangsung relatif cepat karena lidah konsumen tak perlu diedukasi lagi. Komposisi marketnya 70% ayam dan 30% burger.

“Selain itu, support system penuh dari kami. Artinya, franchisee tinggal menyiapkan lokasi yang tepat dan karyawan yang akan bekerja. Selanjutnya, management Dobbi yang akan merancang semuanya dari perencanaan hingga launching, termasuk memberi training manajemen serta merancang strategi pemasaran yang efektif. Sedangkan biaya investasi yang dikeluarkan bisa fleksibel sesuai pilihan paket yang ada. Paling lama 6 minggu dari MoU, resto sudah bisa dibuka dan melayani konsumen. Kecepatan bergerak menjadi keunggulan kami juga karena kita harus mengejar momentum. Makin cepat buka makin bagus sehingga cashflow cepat masuk,” jelas mentor Entrepreneur University ini.

Kenyamanan para franchisee juga hal penting yang diperhatikan oleh Dobbi. Oleh karenanya, Dobbi bergabung dengan asosiasi franchise, mengurus sertifikat halal, dan mematenkan mereknya supaya memberi rasa aman kepada para pengambil waralabanya.

“Intinya, kami akan memberi support penuh. Jadi, selama bergabung dengan Dobbi selama itu akan kami dampingi terus-menerus untuk menemukan strategi marketing yang tepat agar dari waktu ke waktu omset makin meningkat dan brand di masayarakat makin menguat sehingga menjadikan Dobbi ini sebagai investasi yang benar-benar menjanjikan dan menguntungkan,” jelas Irawan.

Menurut saya bisnis fried chiken yogya ini cukup bagus dan prospek kedepannya sangat menjanjikan dan usaha ini masuk ke kategori usaha menengah

http://kampungwirausaha.com/bisnis-kuliner-waralaba-dobbi-burger-fried-chicken-yogya.html


Usaha Toko VCD dan Kaset



Usaha Toko VCD dan Kaset



Permainan melalui layar televisi dan komputer sudah banyak beredar dan merupakan bagian dari kehidupan anak-anak serta orang dewasa. Banyak pihak yang melakukan perdagangan compact disc {CD}, baik melalui took besar seperti Disc Tarra atau menjualnya di pinggir jalan seperti yang kita temui di pasar Blok M dan Glodok di Jakarta dll.

Usaha toko VCD dan kaset adalah menjual VCD, CD, dan kaset kepada masyarakat yang membutuhkan hiburan dengan mendengar serta menonton VCD dan CD.Usaha seperti ini dapat juga disebut perdagangan dengan pemilik took hanya memajang VCD, CD, dan kaset di toko bersangkutan.

Toko-toko yang berjualan di mal selalu menjual produk asli dengan bentuk toko yang sangat bagus dan sudah memiliki nama. Pembeli VCD, CD, dan kaset biasanya tidak memperhatikan bentuk toko, melainkan VCD, CD, dan kaset yang dijual dan dapat dicoba di toko tersebut.

Menurut saya usaha toko VCD dan kaset cukup bagus untuk di usahakan {Di jadikan Bisnis} karna pasti banyak peminatnya dari mulai anak-anak sampai orang dewasa untuk menonton dan mendebngarkan lagu-lagu.Usaha ini termasuk kedalam usaha kecil.

Sumber: Adler Hymans Manurung.Wirausaha Bisnis UKM.

Selasa, 02 November 2010

Usaha warung internet

Menurut saya membuka usaha Warung Internet cukup menjanjikan untuk kedepannya, karena penggunaan Internet itu sendiri sangat dibutuhkan oleh kalangan anak-anak sampai orang tua. Dalam hal Education misalnya mencari artikel ataupun informasi mengenai pengetahuan maupun Refresing seperti Game Online.

Melihat dari kebutuhan yang disebutkan diatas banyak orang yang berminat untuk datang ke warung internet (Warnet) dikarenakan tidak semua memiliki jaringan internet untuk online. Maka dari itu sangat menguntungkan usaha warung internet, apalagi membuka usaha tersebut ditempat yang strategis seperti dekat sekolah ataupun kampus.

Selain itu, akan lebih baik lagi jika menambahkan fasilitas print out, jasa pengetikan, scanning, cetak foto dan fasilitas – fasilitas lainnya yang berhubungan dengan komputerisasi. Untuk mendukung fasilitas yang ada maka harus diperhatikan dalam hal hadware atau software yang baik serta koneksi yang cepat.

Agar konsumen tertarik pada Usaha warung internet kita, maka harus menciptakan ruang yang bisa membuat konsumen nyaman dan merasa betah, sehingga memungkinkan konsumen untuk kembali lagi.

Sumber : Adler Haymans Manurung, Wirausaha Bisnis UKM ( Usaha Kecil Menengah )

Selasa, 18 Mei 2010

SAHABAT INDAH MENGINGAT


Adalah ketika bertemu dan berjanji
Mengenal makna dari nama kita masing-masing
Mengenal sifat dan sikap yang terlanjur melekat dalam diri kita..

Adalah ketika kita berjalan bersama
Melewati kebahagiaan dan cobaan
Mencoba saling mendukung
diantara kehangatan kita Sahabat..

Aku memahamimu
Kamu pun begitu
Kita bagai kembar yang tak terpisah
Orang menyangka kita adalah saudara
Tapi kita lebih dari seorang saudara
Karena kita adalah Sahabat...

Kamis, 04 Maret 2010

Untung di peroleh, berkah di dapat


Keberkahan adalah kunci. Keberkahan akan mengalir tak hanya pada pelakunya saja, tapi juga lingkungannya.

”Mengapa mereka mau menggunakan fasilitas (BMT)? “ pertanyaan itu diajukan oleh general manager BMT ben taqwa, junaidi Muhammad, yang dijawabnya sendiri,”karena kami menawarkan keberkahan.”
Berkah? Sulit menjabarkan apa itu berkah. Kamus ekonomi umum seribukali dibuka tak mengenal istilah ini. Bagi junaidi, batasan berkah itu sederhana. Asalkan nasabahnya kemudian bisa mendapatkan keuntungan halal dan kemudian bisa hidup ‘ layak’, mereka mendapatkan berkah.
Berkah itu kemudian mengalir. Mereka tak mengecapnya sendirian, karena amal yang mereka sisihkan setelah membayar bagi hasil, juga dapat dinikmati anak yatim, orang jompo, pedagang yang tak mampu membayar lebih utangnya. Pokoknya, hasil dari niaga itu mengalir dan menjadi penghidupan tidak hanya bagi dirinya, tapi juga orang lain.
Berkah, dalam bahasa aslinya Barakah, berarti kebaikan atau kebajikan. Menurut pakar tafsir, al-Ashfahani, sesuatu disebut berkah (Mubarak) bila didalamnya terkandung kebaikan yang banyak. Air (hujan) disebut oleh Allah sebagai sesuatu yang mendatangkan kebaikan (al-Qaaf:9) karena ia dapat menyuburkan tanah dan menumbuhkan berbagai tanaman yang amat berguna bagi Manusia (al-Hajj:63).
Dalam Al-Quran, berkah hanya bisa meluncur diatas rel kembar: iman dan taqwa. “Sekirannya penduduk negri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.”(al-Araaf:96)
Berkah semacam inilah yang lama hilang. Ekonomi dibangun dengan fundamen kapitalisme telah mencabut akar berkah. Keuntungan yang digerakan mereka hanya terbatas mengalir kepada lingkungan mereka saja. Ibarat bendungan, lama kelamaan akan terpenuhi air’kekayaan’ yang membuat bendungan itu justru kropos dari dalam maupun dari luar. Dari dalam oleh kelicikan pelaku ekonimi diantara mereka sendiri, sedang dari luar oleh pihak-pihak yang terasing dan tak kebagian’air’ untuk sekedar membasahi pangkal tenggorokannya.
Sistem semacam ini menunggu waktu ledakannya saja. Kita baru saja disuguhi tontonan luluh lantaknya dua gedung kembar World Trade Center (WTC) New york , AS, yang menjadi pusat kapitalisme dunia. Kita prihatin terhadap sekian ribu nyawa yang menjadi korban. Tapi, sekaligus kita diingatkan system ekonomi yang terus menyerap, tanpa membagikan manfaatnya kepada sekitarnya, pada akhirnya mengundang bala. Karena pada akhirnya, bukan kekuatan militer canggih yang bisa menolak bencana, melainkan doa para yatim dan kaum dhuafa yang jauh lebih Digdaya.
M.LUTHFI HAMIDI