Rabu, 03 November 2010

Usaha Toko VCD dan Kaset



Usaha Toko VCD dan Kaset



Permainan melalui layar televisi dan komputer sudah banyak beredar dan merupakan bagian dari kehidupan anak-anak serta orang dewasa. Banyak pihak yang melakukan perdagangan compact disc {CD}, baik melalui took besar seperti Disc Tarra atau menjualnya di pinggir jalan seperti yang kita temui di pasar Blok M dan Glodok di Jakarta dll.

Usaha toko VCD dan kaset adalah menjual VCD, CD, dan kaset kepada masyarakat yang membutuhkan hiburan dengan mendengar serta menonton VCD dan CD.Usaha seperti ini dapat juga disebut perdagangan dengan pemilik took hanya memajang VCD, CD, dan kaset di toko bersangkutan.

Toko-toko yang berjualan di mal selalu menjual produk asli dengan bentuk toko yang sangat bagus dan sudah memiliki nama. Pembeli VCD, CD, dan kaset biasanya tidak memperhatikan bentuk toko, melainkan VCD, CD, dan kaset yang dijual dan dapat dicoba di toko tersebut.

Menurut saya usaha toko VCD dan kaset cukup bagus untuk di usahakan {Di jadikan Bisnis} karna pasti banyak peminatnya dari mulai anak-anak sampai orang dewasa untuk menonton dan mendebngarkan lagu-lagu.Usaha ini termasuk kedalam usaha kecil.

Sumber: Adler Hymans Manurung.Wirausaha Bisnis UKM.

Selasa, 02 November 2010

Usaha warung internet

Menurut saya membuka usaha Warung Internet cukup menjanjikan untuk kedepannya, karena penggunaan Internet itu sendiri sangat dibutuhkan oleh kalangan anak-anak sampai orang tua. Dalam hal Education misalnya mencari artikel ataupun informasi mengenai pengetahuan maupun Refresing seperti Game Online.

Melihat dari kebutuhan yang disebutkan diatas banyak orang yang berminat untuk datang ke warung internet (Warnet) dikarenakan tidak semua memiliki jaringan internet untuk online. Maka dari itu sangat menguntungkan usaha warung internet, apalagi membuka usaha tersebut ditempat yang strategis seperti dekat sekolah ataupun kampus.

Selain itu, akan lebih baik lagi jika menambahkan fasilitas print out, jasa pengetikan, scanning, cetak foto dan fasilitas – fasilitas lainnya yang berhubungan dengan komputerisasi. Untuk mendukung fasilitas yang ada maka harus diperhatikan dalam hal hadware atau software yang baik serta koneksi yang cepat.

Agar konsumen tertarik pada Usaha warung internet kita, maka harus menciptakan ruang yang bisa membuat konsumen nyaman dan merasa betah, sehingga memungkinkan konsumen untuk kembali lagi.

Sumber : Adler Haymans Manurung, Wirausaha Bisnis UKM ( Usaha Kecil Menengah )

Selasa, 18 Mei 2010

SAHABAT INDAH MENGINGAT


Adalah ketika bertemu dan berjanji
Mengenal makna dari nama kita masing-masing
Mengenal sifat dan sikap yang terlanjur melekat dalam diri kita..

Adalah ketika kita berjalan bersama
Melewati kebahagiaan dan cobaan
Mencoba saling mendukung
diantara kehangatan kita Sahabat..

Aku memahamimu
Kamu pun begitu
Kita bagai kembar yang tak terpisah
Orang menyangka kita adalah saudara
Tapi kita lebih dari seorang saudara
Karena kita adalah Sahabat...

Kamis, 04 Maret 2010

Untung di peroleh, berkah di dapat


Keberkahan adalah kunci. Keberkahan akan mengalir tak hanya pada pelakunya saja, tapi juga lingkungannya.

”Mengapa mereka mau menggunakan fasilitas (BMT)? “ pertanyaan itu diajukan oleh general manager BMT ben taqwa, junaidi Muhammad, yang dijawabnya sendiri,”karena kami menawarkan keberkahan.”
Berkah? Sulit menjabarkan apa itu berkah. Kamus ekonomi umum seribukali dibuka tak mengenal istilah ini. Bagi junaidi, batasan berkah itu sederhana. Asalkan nasabahnya kemudian bisa mendapatkan keuntungan halal dan kemudian bisa hidup ‘ layak’, mereka mendapatkan berkah.
Berkah itu kemudian mengalir. Mereka tak mengecapnya sendirian, karena amal yang mereka sisihkan setelah membayar bagi hasil, juga dapat dinikmati anak yatim, orang jompo, pedagang yang tak mampu membayar lebih utangnya. Pokoknya, hasil dari niaga itu mengalir dan menjadi penghidupan tidak hanya bagi dirinya, tapi juga orang lain.
Berkah, dalam bahasa aslinya Barakah, berarti kebaikan atau kebajikan. Menurut pakar tafsir, al-Ashfahani, sesuatu disebut berkah (Mubarak) bila didalamnya terkandung kebaikan yang banyak. Air (hujan) disebut oleh Allah sebagai sesuatu yang mendatangkan kebaikan (al-Qaaf:9) karena ia dapat menyuburkan tanah dan menumbuhkan berbagai tanaman yang amat berguna bagi Manusia (al-Hajj:63).
Dalam Al-Quran, berkah hanya bisa meluncur diatas rel kembar: iman dan taqwa. “Sekirannya penduduk negri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.”(al-Araaf:96)
Berkah semacam inilah yang lama hilang. Ekonomi dibangun dengan fundamen kapitalisme telah mencabut akar berkah. Keuntungan yang digerakan mereka hanya terbatas mengalir kepada lingkungan mereka saja. Ibarat bendungan, lama kelamaan akan terpenuhi air’kekayaan’ yang membuat bendungan itu justru kropos dari dalam maupun dari luar. Dari dalam oleh kelicikan pelaku ekonimi diantara mereka sendiri, sedang dari luar oleh pihak-pihak yang terasing dan tak kebagian’air’ untuk sekedar membasahi pangkal tenggorokannya.
Sistem semacam ini menunggu waktu ledakannya saja. Kita baru saja disuguhi tontonan luluh lantaknya dua gedung kembar World Trade Center (WTC) New york , AS, yang menjadi pusat kapitalisme dunia. Kita prihatin terhadap sekian ribu nyawa yang menjadi korban. Tapi, sekaligus kita diingatkan system ekonomi yang terus menyerap, tanpa membagikan manfaatnya kepada sekitarnya, pada akhirnya mengundang bala. Karena pada akhirnya, bukan kekuatan militer canggih yang bisa menolak bencana, melainkan doa para yatim dan kaum dhuafa yang jauh lebih Digdaya.
M.LUTHFI HAMIDI

Minggu, 21 Februari 2010

Menjadikan professional penghela Bank Syariah

Mereka loyalis Bank syariah. Mereka kaum professional. Mereka sejatinya adalah para pewaris nabi.
Nasabah perbankan syariah ditanah air ternyata dimotori kaum menengah atas. Di jawa barat misalnya, 36,6% berpenghasilan antara Rp.750.000 sampai dengan Rp.2.000.000, sedangkan 13,4% berpenghasilan diatas Rp.2000.000. dari sisi pekerjaan, 42,9% mereka adalah pedagang, pengusaha kecil, pengusaha menengah, dan pengusaha besar. Praktis, dapat dikatakan loyalis bank syariah adalah kaum professional.
Fakta ini tentu mengmbirakan.pertama,itu menunjukan kesadaran untuk menjalankan muamalat secara islam justru menggeliat dari kalangan yang selama ini sering di cap terasing dari lingkunganya. Sejak mula, ketika bank islam pertama di Indonesia hadir dengan lahiurnya bank muamalat Indonesia, merekalah yang berdiri di belakang layar.
“Para professional itu tidak sedikit yang mengucap pendidikan tingginya dibarat,” kata Dirut bank muamalat Indonesia Triawa Amin yang juga mengenyam pendidikan masternya dibarat. Disana, kisah riawan, mereka bertemu dengan sawdaranya sesame muslim dari berbagai Negara. Pertemuan yang kemudian menghembuskan kesadaran untuk menggunakan cara muamalat islam sebagai pilihan berekonomi yang lebih baik dari tawaran barat, kapitalisme.
Kedua, ditangan para professional itu, ada harapan pengembangan ekonomi umat akan lebih mantap. bila mereka adalah para pekerja, karyawan pengusaha, minimal mereka akan menjadi agen untuk menggelorakan cara berekonomi yang sesui dengan prinsip-prinsip syariah bagi lingkunganya. Bila mereka adalah pemilik usaha, industry kecil, bahkan artispun, mereka diharapkan menjadi rahmat bagi sekelilingnya.
Contohnya yang dilakukan Dwi yul. Artis yang juga pengelola rumah produksi (PH) ini mengaku lebih pas menggunakan produk syariah bagi pendanaan sinetron yang sedang ia garap.” Proposal saya sering di lepeh oleh perbankan konvensional, kini tidak lagi,” Ujar pemeran Dr.Sartika di salah satu sinetron Televisi, suatu ketika.
Dwi Menuturkan, perbankan syariah menawarkan system yang cukup adil. Sebagai peminjam, dia tidak disodori, yang sudah fixed (Tetap), tetapi bagi hasil dengan Ratel yang menguntungkan kedua pihak. Itupun, bagihasil dari dilakukan setelah sinetron yang diproduksi sudah dibeli oleh stasiun televise swasta.”baru hasilnya dibelah. Jadi, kita sama enaknya,” imbuh istri actor kawakan, ray sahetapi.
Harapanya, tentusaja, rasa adil dan nyaman itu tak berhenti disitu saja. Keadilan, selanjutnya, juga akan dirasakan para pemain sinetron, berikut seluruk kru pendukung dalam bentuk upah kerja yang sepadan. Ada efek berantai yang kemudian dirasakan sebagai buah manfaat dari pengguna ekonomi berprinsif syariah.
Efek ini yang sudah lama hilang. Dulu, di mantan Presiden Soeharto, jargon pembangunan selalu mengacu pada teori tricle down effect (penetesan ke bawah). Bila para pengusaha besar terus digarap, dampak ekonominya akan sampai pada pengusaha kecil. Tapi teori itu hanya di awing-awang dan tak pernah terbukti. Pengusaha besar bisnisnya semakin menggurita, sementara pengusaha kecil makin tersisih dalam mengais lahan usaha.
Kini, kepada para professional yang telah menggunakan jasa perbankan syariah, teori tricle down effect itu dipertaruhkan. Semangat terpenting yang harus mereka emban dan siarkan adalah semangat keadilan dalam berekonomi. Juga semangat untuk saling membesarkan, bukan sebaliknya memakan dan mematikan.

Sumber : SENAYAN ABADI publishing
M.LUTHFI HAMIDI